WISMA PRAJA SUMBAWA TERBAKAR

Wisma Praja terbakar, api melahap seluruh bangunan

Wisma Praja Sumbawa pada hari ini, selasa, 11 Juli 2017 terbakar pada pagi hari ini, belum diketahui penyebab terbakar wisma tersebut. Sampai berita ini di tulis para petugas masih berusaha untuk memadamkan kobaran api yang membakar seluruh gedung Wisma Praja tersebut.

Wisma Praja merupakan bangunan Hindia Belanda pada tahun 1934 sebagai hadiah dari pemerintah kolonial saat itu kepada Sultan Sumbawa, sebagai salah satu bentuk tanda terima kasih Pemerintah Kolonial Belanda dan untuk mempererat  ikatan kolonialisme mereka pada Kesultanan Sumbawa. Pada tembok bagian depan Wisma Praja masih terdapat prasasti tentang berdirinya bangunan tersebut. Wisma Praja ini sempat menjadi kantor terakhir Sultan Sumbawa yakni Sultan Muhammad Kaharuddin III. Istana Praja pada awalnya bernama Istana Bala Puti. 

Istana Bala Putih atau Wisma Praja Sumbawa,  ‘Bale Jam’ atau ‘rumah lonceng’, penyebutan tersebut karena  keberadaan lonceng besar di bagian depan kompleks. Wisma Praja Sumbawa adalah bangunan yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Sumbawa. Di sinilah kantor terakhir Sultan Sumbawa Kaharuddin II sebelum pindah ke Bala Kuning. Kedua Istana ini sebenarnya menjadi Museum Kota yang akan jadi pusat wisata Sejarah dan Budaya jika terkelola dengan baik. Istana Bala Putih terletak ditengah-tengah kota Sumbawa Besar.

Pada Komplek Wisma Praja Sumbawa yang terbakar, terdapat rumah dinas Bupati yang berada di sebelah barat, kemudian bagian timur dibangun lapangan tenis untuk para pejabat. Pada dahulunya ada sebuah sumur keramat yang bisa saja dilestarikan sebagai peninggalan sejarah pada bagian timur Wisma Praja. Namun sumur yang dikenal dengan nama Sumir Batir dengan kedalaman 19 meter itu sudah ditutup.

Di komplek Wisma Praja  Sumbawa yang terbakar dibagian depannya ada sebuah bangunan bertingkat tiga yang dengan ” Bale Jam ” atau rumah lonceng, karena dilantai 3 bangunan ini tergantung lonceng berukuran besar yang khusus didatangkan dari Belanda. Genta ini setiap waktu dibunyikan oleh seorang petugas, sehingga semua warga mengetahui waktu saat itu. 

Di dekat Wisma Praja Sumbawa terdapat sebuah parit yang sangat terkenal, parit ini bernama ” Kokar Dano “. Kokar berarti parit yang hanya pada musim hujan mengalirkan air.yang dibuat pada saat pembangunan baru Istana Tua pada tahun 1885. Kokar Dano ini berawal dari Kantor Camat Sumbawa sekarang bersambung dengan aliran parit dari sawah yang berada dibagian timur. Parit ini hanya sepanjang 1 Km dan berujung di sungai Brang Bara. Parit  ini dibuat sebagai pembatas wilayah istana kerajaan yang tidak boleh ditembus oleh sembarang orang.Bahkan orang Belanda pun tidak boleh sembarang masuk areal ini. 

Proses pemadaman Wisma Praja Sumbawa yang terbakar

Sejak perubahan status pemerintahan di Sumbawa  keluarga Sultan Kaharuddin III pindah ke Istana Bala Kuning,  terletak sekitar 200 meter di arah Timur Laut Wisma Praja tersebut, sebuah rumah besar berwarna kuning tempat tinggal Sultan Sumbawa  beserta keluarganya hingga beliau wafat. Keluarganya masih menempati Istana Bala Kuning sampai saat ini. Pusaka warisan Kesultanan Sumbawa masih tersimpan dan terawat dengan baik di Istana Bala Kuning.

http://http://lombok.panduanwisata.id/beyond-lombok/sumbawa-beyond-lombok/wisma-praja-kantor-terakhir-sultan-sumbawa/

 

2 thoughts on “WISMA PRAJA SUMBAWA TERBAKAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *