BERBURU BERKAH SAMBIL WISATA RELIGI DI LOMBOK

Lombok saat ini terkenal dengan wisata alam, mulai pantai, terumbu karang sampai pada pegunungan yang relatif jaraknya sangat dekat. Hal tersebut karena Pulau Lombok hanya memiliki bentangan kurang lebih 80 km dari ujung barat sampai ujung timur. Alternatif lain wisata di Lombok adalah wisata religi.

Wisata religi di Lombok dapat mengunjungi mulai makam para wali penyebar agama Islam di Lombok sampai pada peninggalan penyebaran agama Islam pada periode awal.
1. Masjid Bayan

WISATA RELIGI
Masjid Bayan

Masjid Kuno Bayan Beleq terdapat di Desa Bayan Kecamatan Bayan,Kabupaten Lombok Utara. Masjid yang berdiri disebuah bukit dan dikelilingi beberapa cungkup makam para penyebar agama Islam ini.Sampai saat ini belum ditemukan sumber tertulis siapa pendirinya dan pada tahun berapa didirikan. Yang jelas usia masjid yang kini dijadikan sebagai ikon pariwisata budaya ini sudah cukup tua.
Namun dari sumber lain menyebutkan bahwa seorang pengikut Sunan Kalijaga, yaitu Sunan Pengging, datang ke Lombok pada 1640 untuk menyiarkan agama Islam ini. Ia lalu menikahi anak dari kerajaan Parwa sehingga menimbulkan kekecewaan bagi raja Goa. Selanjutnya, raja Goa menduduki Lombok pada 1640. Di Bayan, Sunan Pengging yang juga dikenal sebagai Pangeran Mangkubumi mengembangkan ajarannya–kelak menjadi pusat kekuatan aliran ”Waktu Telu”.

WISATA RELIGI
Komplek Makam Batu Layar Senggigi

2. Makam Batu Layar
Wisata religi yang dekat dengan Pantai Senggigi adalah Makam Batu Layar yang terletak masih dalam kawasan senggigi. Masyarakat Lombok meyakini makam tersebut merupakan makam keturunan Nabi Muhammad SAW.Namun ada pula yang menyatakan bahwa makam tersebut merupakan tempat peristirahatan tokoh Islam berkebangsaan Baghdad bernama Sayid Duhri Al Haddad Al Hamdrami.
Sayid Duhri Al Haddad Al Hamdrami adalah tokoh yang dipercaya sebagai salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam di Indonesia, termasuk di Lombok. Ada versi lain mengatakan bahwa tokoh dari Baghdad tersebut bernama Syeh Syayid Muhammad Al Bagdadi. .

3. Makam Loang Baloq

WISATA RELIGI
makam loang baloq

Wisata religidi  kota Mataram adalah makam Loang Baloq. Yang berarti pohon beringin yang berlubang. Ya, area ini memang ditumbuhi sebuah pohon beringin yang konon sudah berumur ratusan tahun. Makam Loang Baloq adalah kawasan pemakaman yang didalamnya terdapat puluhan jasad. Yang menjadi istimewa dan kerap dikunjungi warga adalah makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak, makam Anak Yatim dan Datuk Laut. Syech Gaus Abdurrazak adalah pendakwah Islam dari Baghdad Irak yang menyebarkan Islam di Palembang dan kemudian Lombok sekitar 18 abad lalu. Tidak hanya berziarah, pengunjung yang datang ke kompleks makam ini juga menggelar sejumlah ritual seperti potong rambut anak yang masih balita atau disebut dengan ngurisang. Peziarah biasanya juga menyampaikan nazar dan berdoa di makam agar permintaanya segera dikabulkan. Misalnya seperti minta jodoh, panjang umur, sehat dan murah rejeki. Bagi yang menyampaikan nazar tertentu, mereka selalu mengikatkan sesuatu ke akar gantung pohon beringin. Jika nazar mereka dikabulkan, mereka akan kembali lagi ke tempat itu dan membuka ikatan serta membayar nazar yang sudah disampaikan.

4. Makam Wali Nyatok

WISATA RELIGI
komplek makam wali nyatoq

Wali Nyatoq merupakan seorang wali yang sangat terkenal di Lombok sebagai destinasi wisata religi. Lokasi makam Wali Nyatoq yang berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah atau 49 km dari kota Mataram. Masyarakat percaya bahwa Wali Nyatoq adalah benar-benar seorang wali. Sesuai dengan namanyam, “Nyatoq” berarti “nyata”. Kawasan ini ramai dikunjungi peziarah pada hari Rabu. Pada hari itulah diyakini menjadi saat dimana Wali Nyatoq memberikan berkah sepenuhnya kepada para pengunjung. Selain itu, makam keramat ini juga dipercaya dapat menyelesaikan beragam masalah rakyat. Karena berhubungan dengan kepercayaan masyarakat setempat, maka warga benar-benar menjaga keberadaan makam ini dan tidak mentoleransi adanya perusakan.

5. Masjid Gunung Pujut

Di Lombok Tengah bisa juga mengunjugi tempat wisata religi lain yakni Masjid Gunung PujutMasjid ini dibangun oleh salah satu raja Kerajaan Pujut yaitu Pangeran Sange Pati pada tahun 1008 Masehi. Lokasi masjid ini berada di Desa Sengko, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Waktu perjalanan Bandara Internasional Lombok kurang lebih 20 menit.
Masjid ini memiliki bangunan yang sangat unik, dengan kuran 8,6 x 8,6 m. Pagar babu dan atap ilalang membuat masjid ini semakin menarik. Di dalam masjid terdapat empat buah tiang penyangga utama yang bertumpu pada batu alam yang berfungsi penahan atap. Dalam masjid masih bisa di saksikan bedug yang dulunya digunakan sebagai penanda waktu sholat bagi masyarakat sekitarserta mimbar tua yang digunakan oleh khatib saat khutbah.

sumber : wisata lombok dan riadiora

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *