Teror Novel Baswedan dan Kasus yang Ditangani

Presiden Jokowi berencana memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari ini, untuk menanyakan penanganan kasus Novel Baswedan. Demikian disampaikan Presiden dalam keterangannya usai menutup Lebaran Betawi di Setu Babakan Jakarta Selatan.
Kasus yang di alami Novel Baswedan, hampir 4 bulan mengalami teror penyiraman air keras. Teror yang dialami Novel bukan hanya sekali dialami. Demikian juga dengan penyidik KPK lainnya. Pelaku maupun aktor intelektual di balik teror-teror itu sampai saat ini belum terungkap.

Beredar berbagai informasi tentang kasus penganiayaan tersebut, mulai dari adanya tuduhan bahwa oknum polisi ikut andil dalam penyiraman tersebut. Bahkan ada yang menduga adanya keterlibatan oknum pejabat dalam teror Novel Baswedan.
Banyak dugaan yang beredar siapa di balik kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Apakah ada kaitannya dengan kasus-kasus yang ditangani oleh yang bersangkuta ? Sebab banyak kasus besar yang ditangani  selama menjadi penyidik KPK. Kasus yang ditangani sebagaimana dilansir Tempo.co yakni:

2004
Suap cek pelawat Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom
Nunun Nurbaetie, istri mantan Wakil Kepala Kepolisian RI Adang Daradjatun, divonis 2,5 tahun penjara.

2009
Kasus korupsi Bank Jabar
Bekas Direktur PT Bank Jabar-Banten, Umar Syarifuddin, divonis 7 tahun penjara.

2011
Suap bekas Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu
Amran mendapatkan suap dari pengusaha Hartati Murdaya untuk menerbitkan izin usaha perkebunan dan hak guna usaha lahan seluas 4.500 hektare. Amran divonis 7,5 tahun penjara.

2012
Korupsi proyek simulator SIM Korlantas Polri
Bekas Kepala Korps Lalu Lintas, Inspektur Jenderal Djoko Susilo, divonis 18 tahun penjara di tingkat kasasi.

2013
Suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar
Dalam kasus suap pengaturan sengketa pilkada Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang ini, Akil divonis 5 tahun penjara. Dalam kasus ini terdapat tersangka Muhtar Ependy, yang merupakan paman Miko, yang sempat ditangkap polisi dengan dugaan terlibat penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

2014
Megakorupsi E-KTP
Hingga kini kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini masih disidangkan dengan terdakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri. Novel Baswedan pun dikonfrontir dalam sidang dengan saksi Miryam S. Hariyani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *