Pengembangan Kualitas SDM Melalui Sertifikasi Profesi

Di zaman sekarang ini, sertifikasi sepertinya akan menjadi salah satu hal yang menunjang untuk tetap bertahan dalam pekerjaan . Namun yang sangat disayangkan, kesadaran orang-orang mengenai pentingnya sertifikasi kompetensi masih sangat kurang. Padahal, kesadaran itu yang harus kita bangun dari awal.

Menurut UU No. 20 tahun 2013, pengertian profesi adalah jenjang pendidikan setelah sarjana untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat bekerja pada bidang yang memerlukan keahlian khusus. Sedangkan profesi menurut PP no 31 tahun 2016 adalah bidang pekerjaan yang untuk melaksanakannya diperlukan kompetensi tertentu.

Pada konsep menurut Undang – Undang, pendidikan profesi adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat bekerja pada bidang yang memerlukan keahlian khusus. Pendidikan profesi penyelenggaranya dominan oleh Kementrian Pendidikan Nasional seperti guru, dokter, psikolog dan sebagainya.

Sedangkan konsep profesi menurut peraturan pemerintah No 31 berkaitan dengan bidang pekerjaan. Bahwa  sertifikasi profesi adalah sertifikas kerja yang diperlukan untuk mendapatkan atau meningkatkan kompetensi tertentu. Sertifikasi profesi merupakan sertifikasi kerja yang dominan dikeluarkan oleh LSP  yang diakreditasi oleh BNSP.

 

JENIS SERTIFIKASI

Sertifikasi perusahaan, atau internal yang dirancang oleh perusahaan atau organisasi untuk kebutuhan internal. Misalnya, perusahaan mungkin memerlukan kursus satu hari pelatihan untuk semua personil penjualan, setelah itu mereka menerima sertifikat. Sementara sertifikat ini memiliki portabilitas yang terbatas khusunya untuk perusahaan lain,

Sertifikasi produk, spesifik sertifikasi yang lebih terlibat, dan dimaksudkan untuk dirujuk ke produk di semua aplikasi. Pendekatan ini sangat umum di dunia teknologi infomasi industri, di mana personil bersertifikat pada versi perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware). Jenis sertifikasi portabel di lokasi (misalnya, perusahaan yang berbeda yang menggunakan perangkat lunak itu), tetapi tidak seluruh produk lainnya.

Sertifikasi profesi, dilakukan untuk kompetensi atau keahlian khusus. Misalnya profesi medis sering membutuhkan tenaga ahli atau spesialisasi tertentu dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Sertifikasi profesi dilakukan dalam rangka menerapkan standar profesional, meningkatkan tingkat praktek, dan mungkin melindungi masyarakat (meskipun ini juga merupakan domain dari lisensi), sebuah organisasi profesional mungkin menetapkan sertifikasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi semua tempat dimana seorang profesional bersertifikat mungkin bekerja. Tentu saja, hal ini membutuhkan pola penilaian dan pertanggungjawaban secara hukum dari seluruh profesi yang ada.

Sertifikasi professional; Istilah sertifikasi profesional seringkali digunakan untuk menunjukkan kemampuan atau kualifikasi seseorang berdasarkan atribut atau kriteria yang telah ditentukan oleh sebuah organisasi/badan atau lembaga pengembangan (biasanya sudah terakreditasi). Sebutan ‘sertifikasi’ atau ‘kualifikasi’ tersebut ditetapkan bagi tenaga profesional, sering disebut hanya sertifikasi atau kualifikasi, untuk menjamin kualifikasi dalam melakukan tugas atau pekerjaan tertentu.

Manfaat Bagi Industri 

  1. Membantu industri meyakinkan kepada kliennya bahwa produk/jasanya telah dibuat oleh tenaga-tenaga yang kompeten
  2. Membantu indutri dalam recruitment dan mengembangkan tenaga berbasis kompetensi guna meningkatkan efisiensi HRD khususnya dan efisiensi nasional pada umumnya
  3. Membantu indutri dalam sistim pengembangan karir dan renumerasi tenaga berbasis kompetensi dan meningkatkan produktifitas.

 

Manfaat Bagi Tenaga Kerja

  1. Membantu tenaga profesi meyakinkan kepada organisasi/industri/kliennya bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau menghasilkan produk atau jasa dan meningkatkan percaya diri tenaga profesi
  2. Membantu tenaga profesi dalam merencanakan karirnya dan mengukur tingkat pencapaian kompetensi dalam proses belajar di lembaga formal maupun secara mandiri
  3. Membantu tenaga profesi dalam memenuhi prasyarat regulasi
  4. Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara
  5. Membantu tenaga profesi dalam promosi profesinya di pasar bursa tenaga kerja

 

Kelebihan sertifikasi profesi:

  1. Memiliki daya saing yang tinggi dalam dunia kerja
  2. Memiliki kompetensi kerja yang sesuai standar kerja baik nasional,international maupun khusus
  3. Mendapatkan pengakuan kompetensi secara nasional dan internasional.
  4. Meningkatkan peluang karir profesional dan meningkatkan kredibilitas orang tersebut
  5. Menambah wawasan baru yang tidak didapat pada saat menempuh pendidikan formal.
  6. Dapat meningkatkan posisi dan juga reputasi si profesional tersebut apabila sudah bekerja di dalam sebuah perusahaan.

 

Kekurangan sertifikasi profesi:

  1. Tingkat pemahaman dan pengertian tentang sertifikasi profesi di masyarakat
  2. Program pelatihan dan pengembangan membutuhkan biaya yang tidak murah
  3. Masih terbatasnya Instruktur yang berpengalaman dari industri dalam profesi tertentu untuk memberikan transfer knowledge dalam pelatihan berbasis kompetensi
  4. Program ini belum merata secara nasional

 

(tulisan ini disadur dari http://www.industry.co.id/read/14632/pengembangan-kualitas-sdm-indonesia-dengan-sertifikasi-profesi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *