SEJARAH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

Komplek DPR RI   Dok. DPR RI

Dewan  Perwakilan  Rakyat  Republik Indonesia, DPR RI  terbentuk jauh sebelum Indonesia merdeka, yakni sejak zaman penjajahan Belanda dengan nama Volksraad.  Volksraad mempunyai arti sebagai “DEWAN RAKYAT” yang berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda (Indonesia).  Volksraad atau Dewan Rakyat ini dibentuk oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tanggal 16 Desember 1916. inilah sejarah panjang Dewan Perwakilan Rakyat yang saat ini kita kenal dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Tugas dan atau Fungsi Volksraad atau Dewan Rakyat Hindia Belanda ini hanyalah sebagai penasehat dan memberikan usul – usul, saran, ide kepada penguasa pemerintahan Hindia Belanda. Jadi Volksraad / Dewan Perwakilan Rakyat jaman Hindia Belanda ini tidak sama fungsinya dengan Dewan Perwakilan Rakyat saat ini yakni yang mempunyai Fungsi Anggaran, Pengawasan danLegislasi. 

Volksraad sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Jaman Hindia Belanda, ini terbentuk sebagai tindak lanjut dari Politik Etis pemerintah Belanda karena Hindia Belanda, Indonesia telah menyumbang Jutaan Gulden kepada Belanda,  maka ada desakan kepada Belanda untuk membalas jasa kehormatan yang terkenal dengan Trilogi Van Devender, yakni pembangunan irigasi, emigrasi (perpindahan penduduk) dan edukasi /pendidikan.

Pada periode pertama Volksraad, Dewan Perwakilan Rakyat Hindia Belanda yakni tahun 1918 – 1921 memiliki anggota sejumlah 38 orang yang diketuai oleh orang Eropa dengan rincian 19 anggota ( 10 Indonesia dan 9 orang Eropa dan Timur Asing) dipilih oleh pemilih setempat dan 19 orang anggota lainnya diangkat oleh Gubernur Jendral yakni 5 orang Indonesia dan 14 orang Eropa dan Timur Asing. 

Pada Sidang pertama tanggal 21 Mei 1918   dibuka oleh Gubernur Jenderal van Limburg Stirum. Dalam perkembangan politik, terjadi penambahan anggota pada Volksraad masa berikutnya (1921 – 1924), yaitu menjadi 48 orang (20 Indonesia dan 28 Eropa dan Timur Asing).

Dewan Perwakilan Rakyat ini (Volksraad) pada periode ke 4 yakni 1927 – 1931 terjadi penambahan anggota orang pribumi menjadi hampir 2x lipat.

Berdasarkan salah satu pasal dalam Inlandsche Reglement 1925 disebutkan anggota Volksraad dapat berjumlah sampai dengan 60 orang tidak termasuk ketuanya. Pada masa Volksraad ketiga (1924 – 1927) masih beranggotakan 48 orang.

Pribumi  yang pernah menjadi anggota Volksraad

  1. A.A. Wiranatakusuma (Bupati Bandung)
  2. D. Wiriadiatmaja (Majalengka)
  3. Pangeran Ario Gondosubroto (Banyumas)
  4. Prawoto Sumodilogo (Banjarnegara)
  5. A.A. Cakraningrat (Bangkalan)
  6. A. Hadiwijoyo ( Surakarta)
  7. Said Abdulah Alatas (Wakil Peranakan Arab)
  8. Ko Kwat Tjiong
  9. Tuanku Mahmud ( Aceh)
  10. Jubhar (Perwakilan Sumatra Barat)
  11. De Quelyu (Wakil Maluku)
  12. G.S.S.J. Ratulangie (Wakil Minahasa).
  13. Soetardjo Kartohadikoesoemo (Gresik)
  14. A.A. Suriakartalegawa (Garut)
  15. A.A. Danusugondo (Magelang)
  16. A.A. Sosrodiprojo (Wonosobo)
  17. Herman Kartowisastro
  18. Mohammad Husni Thamrin
  19. O.S. Tjokroaminoto
  20. Djajadiningrat
  21. Tjipto Mangoenkoesoemo
  22. Otto Iskandar Dinata
  23. Mohammad Yamin
  24. Suroso
  25. Sokarjo Wiryopranoto
  26. Wiwoho
  27. Piet Kerstens
  28. J. Kasimo
  29. Datuk Tumenggung
  30. S. Alatas

saat ini anda dapat melihat kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat yang Anda pilih pada 

http://www.dpr.go.id/serba-serbi/tv-parlemen

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *