ROSI PEPET SELLY ANDAYANI

Yadiansyah, pencetus ROSI

Rosi pepet Selly Andayani di awal debut pemilihan kepala daerah di Nusa Tenggara Barat yakni dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018. Rossi merupakan singkatan dari Relawan For Selly yang lahir di wilayah Bima. Rosi ini terbentuk dari kesadaran anak-anak muda di Bima untuk ikut serta menentukan langkah politik dan pilihan politik pada Pilgub.

Rosi ini terbentuk karena melihat karakter Ibu Selly Andayani yang dianalogkan dengan pembalap Valentino Rossi. Valentino Rossi lahir di Italia 16 Februari 1979 adalah seorang pembalap di kejuaraan grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier. Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan 7 gelar juara dunia di kelas puncak (500cc/MotoGP) dan dua gelar di kelas 250cc dan 125cc.

Menurut Ahmad Yadiansyah “padangan kami tentang Ibu Selly Andyani, beliau orang yang cerdas, mau di tempatkan di dinas manapun. Bu Selly Andayani selalu membuat kebijakan dan gebrakan yang sangat positif untuk kemajuan Daerah” ujarnya di Mataram, 12 Juli 2018.

“Kalau di lintasan ada Rossi, di birokrasi ada Selly” ungkapnya. Maka kata dan semangat Valentino Rossi inilah yang di adopsi untuk menggambarkan karakter Selly Andayani pada kepemimpinan masa depan di Nusa Tenggara Barat.

Untuk itu, Rosi akan terus memperjuangkan Selly Andayani alam Pilkada ke depan. Hal tersebut di dasarkan atas kinerja Selly Andayani selama memimpin birokrasi. “Ibarat balapan Rosi akan pepet Selly Andayani sampai ke garis finish” tambahnya. Jangan sampai ada upaya orang untuk menjatuhkan.

Yadiansyah biasa di sapa Yadi bersama generasi muda di Bima bersepakat memperjuangkan Selly Andayani agar rakyat NTB bisa merasakan kerja nyata dan kerja ikhlas dari beliau. Begitulah yang diungkapkan Bung Yadi berapi – api. Ahmad Yadiansyah merupakan anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat termuda pada tahun 2018.

Rosi pepet Selly Andayani terus, kami bekerja dengan ikhlas tanpa pandang apapun, begitu yang diungkapkan di akhir wawancara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *