RAFTING DI PENGALENGAN BANDUNG

Kalau anda kepingin menguji nyali di alam yang bebas, tidak ada salahnya mengunjungi Bandung. Pilihlah kegiatan rafting di Pengalengan Bandung. Arum Jerang yang terkenal di Bandung ini akan menyusuri sungai Palayangan atau sungai Cisngkuy. Lokasi rafting di Pengalengan ini berjarak sekitar 45 km dari Bandung. Daerah Pengalengan terkenal sebagai penghasil susu dan sayur mayur.

Jika rafting di Pengalengan Bandung banyak operator yang menawarkan paket petualangan tersebut. Anda tinggal memilih sesuai keinginan karena di sepanjang dan atau sekitar bendungan atau situ Cileunca banyak yang menawarkan paket arum jeram, maupun kegiatan outbond lainnya.

Paket rafting di Pengalengan Bandung terbilang lumayan menantang karena akan menyusuri sungai sangat relatif sempit. Debit air di sungai  Palayangan atau sungai Cisngkuy terbilang sangat stabil karena bersumber dari bendungan atau situ Cileunca.

Start awal rafting   akan menyusuri pinggiran situ Cileunca dilanjutkan turun ke daratan menyeberangi jalan dan disambut sungai yang berasal dari bendungan. Anda langsung akan menikmati jeram-jeram di sepanjang sungai. Yang perlu di siapkan hanya mental karena menyusuri sungai ini karena tidak banyak anda pengeluarkan tenaga untuk mendayung.

RAFTING DI PENGALENGAN BANDUNG
Boooom….siap-siap uji nyali

Untuk memilih provider yang akan mengantarkan anda menyusuri jeram di sungai Palayangan, maka ada beberapa ketentuan yang harus di ingat. Pertama carilah provider yang terpercaya dengan dukungan peralatan yang lengkap dan memadai. Karena ini adalah kegiatan outbound maka pilihlah yang menyertakan asuransi. Pilihlah juga provider yang mempunyai sumber daya manusia yang berpengalaman dan handal dan tentu anda juga mempertimbangkan harga yang kompetitif. Yang tak kalah pentingnya adalah service yang memuaskan bagi pelanggan.

Tip Rafting Bagi Pemula

1. Tubuh harus fit
Siapkan kondisi tubuh yang fit untuk mencoba rafting.  Rfting membutuhkan kondisi tubuh yang bugar agar  dapat melakukan manuver dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh pemandu.

2. Pakaian tepat
Agar nyaman saat rafting, kenakanlah pakaian dan alas kaki yang tepat. Hindari sandal jepit karena bisa terlepas dari kaki dan licin.  Paling tepat memakai sandal gunung bertali, yang nyaman dan paling pas untuk kegiatan outdoor.

RAFTING DI PENGALENGAN BANDUNG
teriaaaaakkkk

3. Atribut lengkap
Walau  mahir berenang, tetap wajib pakai rompi pelampung yang pas di tubuh dan helm untuk melindungi kepala dari benturan. Jika rompi pelampung kebesaran, tinggal tarik tali di bagian samping rompi dan sesuaikan dengan ukuran badanmu.

4. Pemanasan
Rafting adalah aktivitas full impact, di mana tubuh akan terkena banyak guncangan. Untuk menghindari cidera, biasakan untuk mengawalinya dengan pemanasan ringan, melemaskan otot agar tubuh lebih fleksibel.

5. Posisi dan gerakan
Duduk di tepi perahu, bukannya di tengah atau bagian dasar agar keseimbangan di atas perahu terjaga.

6. Lakukan ini saat jatuh
Bermain rafting kalau tidak jatuh atau tercebur ke air rasanya jarang sekali terjadi.   Saat berenang, arahkan tubuh menghadap ke atas dan terlentang seolah sedang berbaring di atas air. Selanjutnya, arahkan tubuh mengikuti arus sungai, dan bukannya melawan arus. Pemandu yang bertugas pun akan segera memberikan pertolongan.

RAFTING DI PENGALENGAN BANDUNG
KITAS outbound di Pengalengan

7. Tetap tenang biarpun perahu terbalik
Perahu terbalik juga hal biasa terjadi saat rafting. Kamu tidak perlu panik, tetaplah tenang karena di balik perahu masih ada celah udara dan kamu bisa bernapas di sana. Untuk menyelamatkan diri, menyelam adalah cara terbaik sehingga kamu dapat keluar. Tapi kamu tetap harus berhati-hati untuk menghindari benturan dengan batu di sungai.

8. Aba-aba saat mengayuh dayung
• Maju: dayung dikayuh ke arah dalam agar perahu bisa maju.
• Mundur: dayung dikayuh ke arah luar agar perahu bergerak mundur.
• Kanan maju, kiri mundur: peserta di sisi kanan gerakan dayung maju, sedangkan peserta di sisi kiri menggerakan dayung mundur.
• Kanan mundur, kiri maju: peserta di sisi kanan gerakan dayung ke belakang, sedangkan peserta di sebelah kiri gerakan dayung maju.
• Stop: semua peserta berhenti mendayung lalu angkat tangan agar perahu tidak bergerak.
• Pindah kanan: Semua peserta di sisi kiri harus pindah posisi ke kanan.
• Pindah kiri: Semua yang duduk di sisi kanan harus pindah ke kiri.
• Boom: semua peserta harus menundukan tubuh sambil mengangkat dayung, lalu pegang tepian perahu dengan erat karena ini menandakan kamu sedang menghadapi jeram dan harus segera dihindari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *