PUTRA YASER ARAFAT DI TEMUKAN NELAYAN

Seorang nelayan warga Pondok Perasi Ampenan Kota Mataram yang sedang menjala di muara Sungai Jangkok di kagetkan oleh beratnya jaring yang dia tebarkan. Setelah berhasil diangkat yang ternyata dia mendapatkan sosok jenazah balita. Kejadian tersebut terjadi hari ini 18 Juli 2018 sekitar pukul 07.30 wita.  Sontak nelayan menemukan jenazah balita tersebut kaget dan melaporkan kepada warga sekitar tentang penemuan tersebut. Jenazah balita tersebut adalah putra Yaser Arafat warga Sintung Ampenan.

PUTRA YASER ARAFAT DI TEMUKAN NELAYAN
Poster orang hilang

Sehari sebelumnya 17 Juli 2017  telah di laporkan kehilangan balita atas nama Ripat Rizkiyah, umur 5 tahun, jenis kelamin laki-laki. Anak tersebut memiliki ciri – ciri kulit putih, menggunakan baju warna hitam dan menggunakan topi rajutan. Balita tersebut putra dari Yaser Arafat dan Eka Zulaeka yang seorang pengurus PDI Perjuangan di Ampenan.

Jenazah balita putra Yaser Arafat tersebut dikenali oleh pamannya Agus Kurniawan, 47 tahun warga lingkungan Sintung RT 4 Kelurahan Banjar Ampenan Kota Mataram. Selanjutnya Agus Kurniawan beserta warga membawa jenazah tersebut ke rumah duka yang jaraknya tidak jauh dari lokasi penemuan tersebut.

Aparat kepolisian telah mendatangi TKP dan mengkonfirmasi serta mencari data-data yang diperlukan baik korban maupun yang menemukan jenazah putra Yaser Arafat. Aparat kepolisian menyarankan kepada pihak keluarga untuk melakukan otopsi terhadap jenazah. Namun dari pihak keluarga  telah mengiklaskan kepergian Ripat Rizkiyah  sebagai takdir yang di gariskan Alloh SWT dan pihak keluarga tidak meminta otopsi.

Sampai berita ini di tulis, pelayat mulai banyak hadir untuk menyatakan bela sungkawa dan akan ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman. Tampak hadir ke rumah duka Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Mataram, I Gede Wiske, SPt. Nampak hadir pula anggota DPRD Kota Mataram Daerah Pemilihan (Dapil) Ampenan Fuad B.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *