WEEKEND KE ART JAKARTA, SAKSIKAN PERTUNJUKAN SENI

Jika anda weekend ini anda tidak ada acara keluar kota, tak ada salahnya berkunjung ke Art Jakarta 2017 dan menyaksikan Performance Art, Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke sembilan Art Jakarta yang menghadirkan performance art. Acara ini  didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Performance Art kali ini menyuguhkan penampilan dengan beragam gaya. Mulai dari gaya tradisonal hingga gaya futuristis. Berikut ini performances art yang akan memeriahkan rangkaian acara Art Jakarta 2017:

1. Kukusan Peken – KitaPoleng
Salah satu komunitas yang akan melakukan Performance Art adalah KitaPoleng yang merupakan sebuah komunitas yang didirikan oleh Jasmine Okubo dan Dibal Ranuh. Komunitas ini lahir dari rasa cinta terhadap seni tradisi Bali yang lambat laun memudar karena perkembangan yang terjadi di Bali. Melalui seni pertunjukan, komunitas ini berhasil mencuri perhatian masyarakat dengan pertunjukan perdana mereka Kukusan Paon yang menceritakan    tentang peran perempuan Bali.

Kukusan merupakan salah satu perkakas dapur yang digunakan secara tradisional untuk memasak nasi, di mana nasi merupakan kebutuhan pokok orang Indonesia dan beberapa negara di Asia. Sedangkan peken dalam bahasa Bali artinya adalah pasar. Pasar yang direpresentasikan dalam karya     ini adalah Pasar Badung sebagai pasar terbesar di Bali.

Kukusan tradisional yang berbentuk segitiga memiliki filosofi penting. Bentuknya yang segitiga terbalik merupakan simbol rahim perempuan. Ketika kukusan tersebut digunakan untuk memasak nasi, itu adalah simbol penciptaan sebuah bentuk. Dan ketika nasi telah matang, nasi berbentuk  segitiga tegak seperti sebuah menara yang mengarah ke atas langit, sebagai simbol kembalinya     kita     kepada Sang Maha Pencipta. Secara garis besar, kukusan ini seolah bercerita tentang kelahiran dan     kematian dalam sebuah lingkaran kehidupan

2. Wayang Potehi
Potehi berasal dari kata serapan dialek Hokkian, yakni : poo yang berarti kain, tay yang berarti  kantong, dan hie yang berarti wayang. Sedangkan dalam bahasa Mandarin disebut 布袋戯 (baca :     Bu Dai Hu) yang secara harfiah berarti wayang yang berbentuk kantong kain. Maka, wayang potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain.

Kesenian ini diperkirakan sudah berumur sekitar 3000 tahun. Awal mula kesenian wayang potehi di     Indonesia masih menggunakan bahasa hokkian dalam pertunjukannya. Seiring berjalannya waktu,     mulai terselip bahasa Jawa. Cerita yang diangkat pun mulai mengalami serapan mengikuti zaman.     Dalam menampilkan wayang potehi, dalang akan memasukkan tangannya ke dalam kain tersebut     dan mulai memerankan lakonnya.

Jadwal pertunjukan Performance Art di Art Jakarta 2017:
·    Jumat, 28 Juli 2017
    Pk. 19.00 – 19.30 wib  – Wayang Potehi – Hwan Le Hwa: The Warriors Princess
                  by Rumah Cinta Wayang
·    Sabtu, 29 Juli 2017  
    Pk. 11.30 – 12.00 wib  –  Wayang Potehi – Sun Go Kong by Rumah Cinta wayang
    Pk. 19.00 – 19.30 wib  –  KitaPoleng “Kukusan Peken”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *