Penyebab Maraknya Aksi Bunuh Diri

Video aksi dua wanita, kakak beradik yang melakukan aksi bunuh diri pada pekan ini beredar luas di media sosial. Aksi nekat tersebut dilakukan di apartemen Gateway yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Bandung. Akhir – akhir ini banyak kasus bunuh diri, belum lama ini pun di hebohkan dengan kematian Oka Mahendra yang santer diberikan oleh hal serupa.
Aksi bunuh diri tersebut sangat miris, bahkan detik – detik kematian pun ada yang melakukan secara live melalui facebook. Sebenarnya apakah yang sedang terjadi dengan mereka yang melakukan upaya tersebutĀ ?
Dari beberapa literatur dapat kita ketahui penyebab bunuh diri tersebut antara lain.

Gangguan Mental
Penyebab terjadinya aksi bunuh diri yang paling sering adalah gangguan mental. Gangguan mental yang dimaksud itu seperti stress, kebingungan, tekanan dari berbagai faktor, serta kekhawatiran tentang harga diri merupakan masalah yang paling sering memicu aksi bunuh diri tersebut. Dilansir dari livestrong menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry seseorang yang cenderung akan melakukan aksi bunuh diri terutama remaja dan dewasa memiliki masa lalu yang buruk. Entah itu perceraian orangtua, mengalami pelecehan seksual serta dikucilkan dari lingkungan sekitar. Ini adalah hal yang sangat meresahkan dan mengintensifkan perasaan yang tidak pasti seperti kegelisahan yang berkepanjangan.

Depresi
Biasanya pelaku merasa sangat putus asa, dan tidak berharga di bidang apapun. Menurut Kids and Health depresi bisa sangat berbahaya bagi remaja yang mengalami kekerasan dirumah, di sekolah, serta merasa terisolasi dari teman sebayanya. Sekitar 75 persen orang yang melakukan aksi mengakhiri hidupĀ menderita depresi yang berkepanjangan.

Kecanduan Narkoba & obat terlarang
Kecanduan obat-obatan terlarang dan penggunaan narkoba serta alkohol secara konsisten cenderung mengalami depresi. Banyak orang yang mengkonsumsi narkotika untuk menghindari perasaan depresinya dan keputus asaan dalam situasi hidup mereka. Dengan mengkonsumsi obat-obatan haram tersebut mungkin memberi sedikit kelegaan dalam jangka pendek dari rasa sakit yang mereka rasakan. Namun, dalam jangka panjang penggunaan narkoba cenderung merubah pola pikir mereka sehingga timbul pikiran-pikiran negatif untuk melakukan aksi bunuh diri.

Problem keuangan
Adanya tekanan keuangan yang melilit seseorang sehingga mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Antara harapan dan kenyataan yang tak sesuai. Adanya kebutuhan hidup yang harus ditanggung namun tak mencukupi kadang membuat orang yang bermental kerdil mencari jalan pintas mengakhiri hal tersebut.

Problem asmara
Mengalami sakit hati, patah hati, merasa di campakkan, merasa tidak dihargai, merasa diabaikan dan sebagainya menyebabkan keputusasaan karena harapannya yang tidak sesuai dengan kenyataan. Kasus ini tidak hanya berlaku pada kaum muda bahkan bisa terjadi pada siapapun, seperti dalam rumah tangga. Kasus asmara perselingkuhan, perceraian, adanya wanita idaman lain ini juga banyak menimbulkan kasus tersebut.

Penyakit kronis
Beberapa kasus bunuh diri disebabkan oleh seseorang yang mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh. keputusan asaan menderita penyakit tertentu, kelelahan fisik dan psikis yang membuat mereka mengakhiri hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *