Pengadilan Tipikor Putuskan Sukiman Azmy Bebas

Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Mataram pada Selasa 1 Agustus 2017 telah memutuskan kasus dugaan penyuapan dengan terdakwa H Sukiman Azmy mantan Bupati Lombok Timur  ( 2009-2013).  Majelis hakim menyatakan  tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dan dinyatakan bebas.  Sukiman Azmy juga diperintahkan untuk dibebaskan dari tahanan kota.  Demikian putusan yang dibacakan ketua majelis hakim Dr Yapi  di Pengadilan Tipikor PN Mataram.

 

Pengadilan telah memutuskan bebas, maka H Sukiman Azmy berhak untuk memperoleh rehabilitasi dengan pemulihan hak dan kemampuan, kedudukan serta martabatnya.  Dalam perkara ini, terdakwa dibebaskan dalam empat dakwaan penuntut. Yaitu dakwaan primer, subsider, lebih subsider maupun lebih-lebih subsider dianggap oleh majelis hakim tidak terbukti.

 

Dalam uraian majelis  hakim bahwa H Sukiman Azmy tidak terbukti bersalah dalam dakwaan primer Jaksa yakni melanggar pasal 12 huruf 2 UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  Sehingga  dibebaskan dalam dakwaan subsidair melanggar pasal  12 huruf b UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Disamping itu hakim menyatakan   tidak terbukti dalam dakwaan lebih subsidair melanggar pasal 11 UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Majelis hakim juga menyatkan tidak terbukti dakwaan jaksa yang   melanggar pasal 5 ayat 2 UU No 20 tahun 2001. Sehingga terdakwa dibebaskan dari seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan primer, subsidair, lebih subsidair dan lebih-lebih subsidair.

 

Kasus ini bermula dari perjanjian pra kontrak dengan Ipasar untuk meminjam dana sebesar Rp 1,5 miliar. Menurut majelis hakim, uang tersebut adalah pinjaman dari  PT iPasar Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.   PT iPasar Indonesia. pada tanggal 2 November 2011 telah melakukan penagihan uang pinjaman dimaksud kepada Bupati Lotim.  Pada tanggal 20 November 2011, H Sukiman Azmy selaku bupati telah mengembalikan seluruh uang jaminan investasi  PT iPasar Indonesia. sebesar Rp 1, 5 miliar dengan bukti  tanda terima.

 

Majelis hakim menyatakan bahwa dana sebesar Rp 1,5 miliar yang diterima terdakwa dari  PT iPasar Indonesia. tersebut bukan merupakan hadiah atau janji. Namun konteks pelaksanaan perjanjian kerja sama  tentang pemasaran komoditas jagung dan penjaminan instalasi infrastruktur di Kabupaten Lotim.  

 

Majelis hakim menyatakan gratifikasi atau suap atau hadiah adalah yang dimaksudkan untuk dimiliki atau diterima.Namun jika tidak dimiliki bukanlah maksud gratifikasi atau suap. Terkait dengan pernjanjian kerja sama antara Ipasar dengan Pemkab Lotim yang memberikan jaminan sebesar Rp 1,5 miliar kepada penyelengara negara, maka uang jaminan tersebut tidak dapat disetorkan ke kas daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *