PDI Perjuangan Mataram Bantu Korban Banjir

PDI Perjuangan Kota Mataram di lokasi banjir

PDI Perjuangan Kota Mataram dipimpin langsung oleh I Wayan Sugiarta membantu korban bencana banjir bandang di Lombok Timur. I Wayan Sugiarta yang juga sebagai pimpinan DPRD Kota Mataram, beserta Baguna Kota Mataram membawa bantuan untu di salurkan ke korban di Lombok Timur.

Bantuan tersebut disalurkan kepada ke Posko penanganan banjir  yang berada di Kecamatan Keruak Lombok Timur pada Kamis 23/11/2017. Bantuan yang di salurkan berupa air mineral, mis instan, susu untuk balita, peralatan sekolah dan pakaian. Masyarakat menyambut dengan gembira atas bantuan sosial partai.

“Ini merupakan bentuk solidaritas kita dan keprihatinan kita atas bencana ini. Kami hadir di tengah rakyat yang sedang menderita” demikian dikatakan Nyayu Ernawati, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mataram di sela-sela pemberian susu balita.

“Partai hadir dengan wajah kerakyatan, dimana saja dan kapan saja dibutuhkan rakyat, walaupun kami dari Mataram ” ujar Mas Yuli.

Sebagaimana diketahui bencana banjir tersebut terjadi pada sabtu (17/11/2017) pada sore hari.

Di Kecamatan Keruak Lotim, total masyarakat yang terkena dampak banjir  bandang ini terdiri atas 905  KK dengan 3.311 jiwa yang tersebar pada sembilan desa.

Rumah yang mengalami kerusakan  meliputi 133 rumah rusak berat, 126 rumah rusak sedang, dan 113 rumah rusak ringan. Adapun sarana umum yang terdampak lima belas jembatan dan dua masjid/ mushala di Keruak juga dilaporkan rusak. Kerugian lain yang menimpa warga ialah hilangnya 23 sapi dan kerbau, 309 kambing, 694 ayam, dan merendam sedikitnya 117 hektare sawah.

Sementara, di dua desa di Kecamatan Jerowaru tercatat menyasar 395 kepala keluarga dengan 972 jiwa. Diikuti 61 rumah rusak berat, 32 rumah rusak sedang, dan 327 rumah rusak berat.

“Partai politik harus memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusian, dan satu-satunya partai yg memiliki tim rescue secara serius adalah PDI Perjuangan,” katanya Wayan Sugiarta.

PENDAFTARAN SB1M

Di tambahkan Wayan Sugiarta bahwa PDI Perjuangan tak membedakan daerah yang dibantu, bukan harus basis kita dan tak boleh membedakan latar belakang agama atau kaya tidaknya warga yang terkena bencana. Spirit kita, ketika rakyat jadi korban, disitulah panggilan pengabdian Baguna diabdikan. Baguna takkan membeda-bedakan rakyat dan harus menyatu dengan rakyat. Jiwa pengabdian Baguna di luar kalkulasi politik, namun sebuah pergerakan mata hati kemanusiaan kita untuk bersama dengan rakyat.

Meninjau lokasi banjir di Lotim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *