METODE PERHITUNGAN KURSI PEMILU 2019

DPR RI telah menetapkan UU Pemilu dalam rapat Paripurna yang di gelar pada 20 Juli 2017 yang di warnai dengan perdebatan yang sengit tentang 5 isu krusial salah satunya metode perhitungan kursi. Poin pembahasan metode perhitungan kursi bisa juga cukup rumit. Metode yang akhirnya “diketok palu” DPR pada rapat paripurna, Kamis malam, adalah metode sainte lague murni.

Bagaimanakah metode perhitungan kursi pemilu 2019 ?

Kita simulasikan sebuah misal hasil perolehan suara Pemilu legislatif sebagai betikut :

1. PDI Perjuangan : 220.000
2. Golkar : 100.000
3. Nasdem : 30.000
4. Hanura : 25.000

 Jika perhitungan kursi dengan metode  quota Hare Quota ;

Misal ditentukan harga 1 kursi, 200.000. dengan jumlah kursi 4.

Jadi Perolehan Kursi :
1. PDI Perjuangan 1 kursi sisa 20.000
2. Golkar  0 kursi sisa 100.000
3. Nasdem  0 kursi sisa 30.000
4. Hanura  0 kursi sisa 25.000

Sehingga  masih ada sisa 3 kursi diberikan kepada  sisa kursi terbanyak yaitu Golkar, Nasdem dan Hanura. Sehingga perolehan kursi menjadi :
1. PDI Perjuangan 1 kursi
2. Golkar 1 kursi
3. Nasdem 1 kursi
4. Hanura 1 kursi

Padahal suaranya beda jauh, dimana PDI Perjuangan 2 kali suara Gplkara, dan 7 kali suara Nasdem , dan 9 kali suara Hanura. Sehingga perolehan kursi tersebut tidak adil..

Sementara dengan Sainte Lague Murni. Pembaginya bukan kuota kursi tetapi perolehan suara dibagi 1,3,5,7 untuk urutan masing masing kursi.

Perolehan seperti diatas :

1. Kursi pertama (PDI Perjuangan : 220.000,Golkar 100.000, Nasdem 30.000, Hanura: 25.000)
Jadi: Kursi Pertama 1 kursi untuk yang tertinggi PDI Perjuangan

2. Kursi kedua (PDI Perjuangan : 220.000/3 = 73.333, Golkar 100.000, Nasdem 30.000, Hanura 25.000) Sehingga Golkar 1 kursi karena tertinggi di kursi ke 2.

3. Kursi ketiga (PDI Perjuangan : 220.000/3 = 73.333, Golkar 100.000/3 = 33.333, Nasdem 30.000, Hanura 25.000) jadi 1 kursi untuk PDI P lagi karena punya 73.333 suara untuk kursi yang kedua pada perebutan kursi dapil yang ke 3.

4. Kursi keempat (PDI Perjuangan : 220.000/5 = 44.000, Golkar 100.000/3 = 33.333,  Nasdem 30.000, Hanura 25.000) jadi 1 kursi untuk PDI Perjuangan lagi karena tertinggi untuk kursi ke 3, yaitu 44.000 untuk kursi dapil yang ke 4.

Total akhir perolehan kursi menjadi
1. PDI Perjuangan = 3 kursi
2. Golkar = 1 kursi
3. Nasdem = 0 kursi
4. Hanura = 0 kursi

sumber : Tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *