LOBI RUU PEMILU ALOT

Lobi RUU Pemilu molor dari yang ditetapkan pimpinan rapat paripurna DPR RI. Rapat paripurna pengambilan keputusan Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu), Kamis (20/7/2017), diskors untuk dilakukan lobi. Skors dilakukan setelah seluruh fraksi yakni 10 fraksi penyampaian sikap terhadap RUU Pemilihan Umum.

“Kami akan skors, tadi kami berunding, kurang lebih dua jam,” kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon selaku pimpinan rapat.

Namun setelah dua jam usai, paripurna belum juga dibuka. Nampaknya lobi-lobi antar pimpinan fraksi belum menui titik temua tentang 5 masalah krusial yang belum ada kata sepakat. 5 isu krusial yang paling panas adalah masalah presidential threshold, empat isu lain, yakni parliamentary threshold, sebaran kursi perdaerah pemilihan, metode konversi suara, dan sistem pemilu.

menurut informasi yang berkembang rapat paripurna akan dibuka kembali pada pukul 19.30. Tidak ada jaminan setelah dibuka 5 masalah krusial tersebut akan menemukan titik kesamaan pandangan. Jika hal tersebut menemui jalan buntu dalam musyawarah mufakat maka pengambilan keputusan akan dilakukan dengan mekanisme voting.

Sebagian besar  partai yang mendukung pemerintah menginginkan agar pengambilan keputusan melalui mekanisme voting untuk memilih satu dari lima opsi paket yang tersedia. Fraksi Partai Golkar melalui juru bicaranya Rambe Kamarul Zaman menyampaikan bahwa perdebatan panjang terkait substansi sudah lama dibicarakan pada tingkat pansus selama berbulan-bulan.

Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Partai Amanat Nasional lebih cenderung menginginkan dilakukan lobi RUU PEMILU. sedangkan Hanura jika lobi tak mencapai kesepakatan, maka langsung digelar voting.

Lobi – Lobi RUU Pemilihan Umum masih berlangsung.

Apakah voting atau tidak tentu sangat tergantung pada skema lobi dan keinginan masing masing fraksi. Pengalaman di DPR itu ada paripurna lebih 12 jam pada saat APBN 2015. Kemudian pansus pada saat penetapan Kapolri sampai malam hari. Keputusan tentang kenaikan BBM jaman presiden SBY dan banyak lagi keputusan yang memakan waktu lobi yang lama. Meskipun hal tersebuttelah di bahas pada tingkat pertama selama berbulan bulan.

Lobi atau musyawarah mencapai mufakat merupakan cara demokrasi Indonesia sebagaimana tercantum dalam sila ke 4, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

ALOTNYA RUU PEMILU DI KETOK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *