Sepakat Fokus Kurangi Resiko Bencana Kelud dan Brantas

JOMBANG – Hampir seratusan relawan komunikasi kebencanaan lintas organisasi & kab/kota di Jatim berkumpul di Aula Dinas Kominfo Jl Pattimura 92 Jombang, Minggu (30/7) pagi hingga sore kemarin. Kedatangan para relawan yang datang dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri dan Kasembon Kab. Malang itu untuk memenuhi undangan pengurus Wilayah RAPI 08 Kab. Jombang.

Dalam even yang dibuka oleh Sekretaris RAPI Daerah 13 Jawa Timur tersebut, Teguh Sulistiono (JZ13ORR) tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk pencegahan resiko bencana & pelestarian lingkungan di sepanjang hulu-hilir Gunung Kelud dan Sungai Brantas. ’’Semoga langkah kecil ini dapat berkelanjutan untuk bersama-sama mengurangi resiko bencana dan membangun masyarakat tanggap bencana,’’ ungkap Wakil Ketua RAPI Wilayah 08 Kab. Jombang, Cipto Wahyono (JZ13OSG).

bencana

Pertemuan tersebut dikemas dalam even bertajuk Rembug Relawan Komunikasi Kebencanaan#2. Even perdana digelar di lokasi yang sama berbarengan dengan pelatihan relawan komunikasi kebencanaan dan musibah khusus untuk relawan Jombang pada 28 Mei 2017. ’’Harapan kami agar pengurus daerah dan bahkan pengurus nasional dapat mendukung kegiatan untuk memperkuat jejaring komunikasi yang menjadi basic skill anggota RAPI,’’ harap Cipto yang juga ketua Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Jombang.
Pembahasan dalam kegiatan tersebut dibagi menjadi dua sesi dialog. Dalam sesi pertama dialog yang dipandu Ketua Panitia, Jalaluddin Hambali menghadirkan empat nara sumber. Yaitu Direktur ECOTON, Prigi Arisandi; Ketua JKPKA, Dr. Sutarno; Amik Purdinata dari Brantas Berdaya dan AH Sutrisno (JZ13VQI) dari Tim Peduli Sungai Jombang.

Direktur ECOTON, Prigi Arisandi memulai paparannya dengan sharing pengalamannya menangani bencana ekologi yang makin marak di Jatim. Prigi lantas mengajak audiens untuk melakukan sesuatu dalam rangka penyelamatan kerusakan lingkungan. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga, memulai dari hal mudah dan melakukannya secara berkelanjutan. ’’Perjuangan melawan ketidakadilan yang mengakibatkan kerusakan alam atau timbulnya bencana ekologi butuh langkah jangka panjang. Ibarat berlari maraton yang butuh stamina yang fit,’’ papar Prigi.
Prigi mencontohkan penegakan hukum lingkungan dalam kasus temuan ribuan bekas popok bayi yang dibuang di sepanjang Kali Surabaya. Pihaknya bersama tim ECOTON telah melakukan aksi evakuasi popok di Kali Surabaya dan diserahkan ke Pemkot Surabaya pada awal Juli lalu.

bencana’’Biasakan melatih bayi untuk pipis dan gunakan popok yang bisa berulang kali dipakai bukan yang sekali pakai terus dibuang,’’ kata Prigi.
Contoh lainnya adalah temuan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) asal Korsel di beberapa lokasi di Kali Lamong, perbatasan antara Surabaya dan Gresik. Untuk kasus yang terakhir tersebut telah dilaporkan ke Polda Jatim.

Dalam kasus ini, Prigi mengaku akan melanjutkan aksi evakuasi popok di Kali Brantas Mojokerto sebagai bagian dari upaya penyadaran masyarakat tentang bahaya popok sekali pakai untuk pertumbuhan bayi dan lingkungan.
Tak kalah serunya dari paparan Prigi. Amik Purdinata dari Brantas Berdaya mengapresiasi inisiatif cerdas pengurus RAPI Jatim untuk memperkuat jejaring relawan kebencanaan di Gunung Kelud dan Sungai Brantas.
Sesi kedua dipandu moderator Ma’ruf Nurhadi (JZ13MZB) dan menghadirkan nara sumber dari Pengurus Daerah RAPI Jatim, Teguh Sulistiono (JKZ13ORR), Kasi Penanggulangan Kebencanaan BPBD Jombang, Gunadi serta perwakilan dari BPBD Kediri dan Nganjuk.

bencana

Di akhir dialog dua sesi disepakati untuk melakukan pertemuan lanjutan atau Rembug Relawan Kebencanaan#3 pada Minggu, 29 Oktober 2017 di Sekretariat ECOTON Wringinanom Kab. Gresik. ’’Mohon tiap simpul relawan di tiap kota agar menyiapkan konsep penanggulangan resiko bencana di tiap daerah bersama BPBD untuk dibahas dan melakukan aksi bersama dalam pertemuan 29 Oktober 2017,’’ pungkas Jalaluddin Hambali. (*Jalal*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *