INGES NTB TERBENTUK

Inges NTB
Pembentukan Inges NTB di Pantai Ampenan

Inges  NTB sudah terbentuk begitu yang disampaikan oleh Siti Nur Arining.  Inges sebagai bahasa Lombok kalau diterjemahkan mempunyai arti cantik. Inges merupakan singkatan dari Insya Allah Dukung Selly, merupakan relawan pergerakan yang mendukung Selly Andayani dalam Pilkada NTB 2018 mendatang.

Anggota Inges adalah relawan perempuan yang akan bergerak pada segmentasi perempuan di Nusa Tenggara Barat. Organisasi relawan ini di bentuk di Pantai Ampenan pada tanggal 13 Juli 2017, sebagai ketua yakni Siti Nur Arinang dengan Ibu Agung Suharta. Pantai Ampenan di pilih sebagai pembentukan mengandung filosofi bahwa  Pantai Ampenan adalah simbol perjuangan dari titik nol kilometer dan akan bergerak terus kearah timur sampai ke Sape Kabupaten Bima demikian ditegaskan Arinang,

Inges NTB memandang bahwa Dra Hj Selly Andayani, MSi, merupakan sosok perempuan yang memiliki kemampuan untuk memimpin  pemerintahan di NTB. Mereka menilai bahwa Selly Andayani selama ini telah menunjukkan kemampuan memimpin dengan lugas dan tegas.

Kami akan menggalang dukungan dari berbagai pihak yang punya semangat sama untuk me Selly menjadi pemimpin di NTB. Kami akan memperbesar jejaring lintas suku, agama dan ras untuk menghilangkan polarisasi di tengah-tengah kita,” tutur Arinang.

Ibuk-Ibuk juga harus melek politik, jadilah pemilih yang cerdas, jangan memilih pemimpin karena diiming-imingi uang atau kebutuhan rumah tangga lainnya. pilihlah pemimpin berdasarkan visi misinya”, ajak anggota lainnya.

Disamping itu, agar bisa terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap, diminta kepada Ibuk-Ibuk dan anggota keluarga lain yang sudah memiliki hak pilih belum memiliki e-KTP agar segera mengurus e-KTP ke Kantor Dukcapil. Minimal penduduk memiliki surat keterangan sedang mengurus e-KTP.

Lebih lanjut menurut Arinang, yang terpenting lagi, mereka akan melakukan  Pendidikan Pemilih adalah untuk “memberdayakan” para pemilih agar tidak sekedar menjadi “obyek” yang mudah dimanipulasi dan dimobilisasi. Melainkan menjadi “subyek” yang dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan proses Pilkada dan demokrasi.

Melaksanakan pendidikan pemilih dan sosialisasi pemilu tidak hanya sebatas membuat bahan-bahan sosialisasi, seperti leaflet, poster, spanduk, baliho dan bahkan billboard atau mendistribusikan informasi kepemiluan melalui sarana media, apakah itu media cetak, elektronik maupun media online. Mereka akan menyiapkan berbagai sarana dan infrastruktur yang kemudian di support jaringan. Identifikasi kelompok-kelompok sasaran juga sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam pendidikan pemilih, seperti kelompok pemilih pemula, pemilih disabilitas, pemilih perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat pinggiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *