Inges NTB Menanggapi Barisan Muda Demokrat

Relawan Inges NTB menanggapi pernyataan barisan muda demokrat yang menyatakan berbagai hal mengenai Dra Hj  Putu Selly Andayani. Hal tersebut mencuat setelah PDI Perjuangan NTB menggelar konferensi pers yang menilai kegagalan pemerintahan Zainul Majdi – M Amin sebagai gubernur NTB.

Inges NTB menyatakan bahwa ungkapan barisan muda tersebut sangat tendensius. Sebagaimana di ketahui Dra Hj Putu Selly Andayani merupakan salah satu kandidat yang akan beratrung di Pilgub NTB 2018 mendatang. Disisi lain partai demokrat juga mempunyai calon yakni Siti Rohmi saudara kandung Zainul Majdi.

Pernyataan Inges NTB selengkapnya sebagi berikut :

1. Pernyataan terhadap Hj Selly Andayani adalah sangat tendensius dan bersifat personal padahal kalau kita runut bahwa pernyataan tersebut muncul akibat adanya release dari hasil Rakerda PDI Perjuangan NTB yang disampaikan oleh H Rachmat Hidayat. Sebagai partai pengusung,  PDI Perjuangan merasakan dan berhak menilai kinerja dari gubernur  dan Wakil gubernur yang di usungnya. Apabila ada yang salah dari “koalisi” TGB Amin maka yang perlu di pertanyakan adalah bagaimana komunikasi dan silaturahmi TGB selaku “pemimpin” koalisi dengan partai pengusungnya???

2. Kami selaku relawan pendukung Hj Selly Andayani mengakui bahwa sebagai ASN Hj Selly Andayani tidak bisa 100 % membawa gerbong NTB seperti visi misi pemimpinnya. Hanya beberapa persen saja akan tetapi beberapa persen itu sudah mampu mendongkrak prestasi NTB tentunya di bidang yang ditangani oleh Hj Selly Andayani. Dan kalau ingin 100 % masalah di NTB selesai maka kami nyatakan periode berikutnya pilih Selly Andayani sebagai pemimpin di NTB.

3. Sebagai warga negara Hj Selly Andayani berhak untuk di pilih menjadi pemimpin. Namun sebagai ASN memang harus tunduk dan taat kepada pemimpinnya dan itu sudah ditunjukkan melalui kinerja yang sangat baik dan rakyat juga merasakannya. Atas dasar itulah kami sebagai relawan untuk mendukung Hj Selly Andayani  karena prestasi beliau dan kepiawaiannya sebagai birokrat di NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *