Inges NTB : Buruk Muka Cermin Di Belah

Bola panas politik NTB semakin menggelinding, setelah Rachmat Hidayat mengkritisi kinerja Gubernur NTB, Zainul Majdi – M Amin. Selanjutnya   Barisan Muda Demokrat (BMD) bereaksi, membalas kritikan Ketua DPD partai moncong putih itu, kini giliran Fraksi Demokrat di DPRD NTB, turut balas menyerang Ketua DPD PDI Perjuangan NTB. Kritikan tersebut di sambut oleh Inges NTB.

H Muhammad Nur Said Kasdiono mengatakan, dia hanya mengingatkan Rachmat Hidayat, bahwa  janji itu adalah hutang, di tahun 2016 Rachmat menjanjikan anggaran tersebut yang bersumber dari APBN.

Menanggapi  pernyataan Fraksi Demokrat DPRD NTB, Kasdiono yang menagih janji Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat untuk membangun kantor gubernur NTB, hal tersebut dinyatakan Inges NTB sebagai lelucon.
“Lawakan apalagi yang akan di pertontonkan demokrat ” ujar ketua relawan Inges NTB,  Siti Nur Arinang.
Arinang  menyatakan sangat lucu kalau urusan membangun kantor gubernur harus menagih kepada Rachmat Hidayat. Di tegaskan pula bahwa pembangunan kantor gubernur adalah ranah eksekutif dalam hal ini gubernur NTB, Zainul Majdi.

“Jangan buruk muka cermin di belah, kalau meminjam istilah Suhaimi dari Lombok Tengah, jangan bercermin menggunakan cermin cembung” sindirnya.

Disampaikan bahwa sebagai anggota DPR RI Dapil NTB telah berupaya membantu pembangunan di NTB. Dari dapil NTB ada 10 orang salah satunya adalah Fahri Hamzah yang menjabat Wakil Ketua DPR RI. Disamping itu ada 4 orang anggota DPD RI.
Pembangunan kantor gubernur adalah ranah eksekutif, anggota DPR RI sifanya support, namu eksekutornya tetap pemerintah daerah dalam hal ini gubernur.

Pemerintah pusat tentunya memantau kinerja pemerintah daerah, memantau tindak tanduk aparatur di bawahnya. Tentu hal tersebut juga berdampak pada kepercayaan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

“Menurut penilaian kami sebagai rakyat NTB, pernyataan Kasdiono Pimpinan Demokrat NTB, kenapa menagihnya hanya ke PDI Perjuangan? Di situ ada Samsul Lutfi dari Demokrat. Kakak kandung gubernur NTB. Di DPD ada Hj. Rabiatul Adawiyah, SE mantan istri gubernur NTB. Sebenarnya tanpa bantuan Pak Rachmat Hidayat pun mereka bisa membangun kantor gubernur” dijelaskan Arinang.  

“Kalau gubernur bisa komunikasi dengan kakak dan mantan istrinya, pembangunan kantor gubernur sangat mudah, nggak perlu nagih pak Rachmat yang lain partai. Harusnya begitu” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *