Peringatan Hari Pramuka ke 56, Pramuka Milenium

Setiap tanggal 14 Agustus, seluruh Pramuka Indonesia memperingati Hari Pramuka.Pramuka berasal dari kata Praja Muda Karana yang memiliki makna sekumpulan para pemuda yang gemar menciptakan karya. Identitas dari seorang Pramukan yaitu memakai seragam beerwarna cokelat lengkap dengan simbol tunas kelapa.

Secara formal, Gerakan Pramuka lahir tanggal 20 Mei 1961 dengan di tandatangani Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Namun baru pada tanggal 14 Agustus 1961, Presiden Soekarno telah menyerahkan panji-panji Gerakan Pramuka kepasa Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk yang pertama kalinya. Penyerahan panji inilah kemudian diperingati sebagai Hari Pramuka.

Pada Peringatan Hari Pramuka ke 56, Presiden Joko Widodo mengatakan, generasi pramuka saat ini diisi oleh generasi milenial atau generasi Y, dimana generasi ini cara berpikirannya sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.
Generasi milenium adalah generasi adaptif dengan kemajuan teknologi, sangat kreatif dan inovatif. Presiden Jokowi berpesan agar gerakan pramuka harus melakukan terobosan, jangan berpikir linear, jangan terjebak rutinitas dan monoton.

“Kita harus mendidik adik-adik pramuka bukan saja latihan baris berbaris, cara membangun tenda, atau membuat simpul tali saja,” kata Jokowi saat menjadi pembina upacara Hari Pramuka ke-56 dan Raimuna Nasional XI di Bumi Perkemahan, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (14/8/2017).

Presiden Jokowi mengatakan, gerakan Pramuka harus memakai cara-cara yang kreatif, kekinian, yang dekat dengan generasi milenial untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air di dalam diri setiap anggota pramuka.

Kepala Negara meyakini generasi muda Indonesia adalah generasi yang unggul, generasi yang hebat, generasi yang kreatif, generasi petarung dan bukan generasi pecundang. Ia meminta para anggota pramuka terus berkreasi, berkarya pada wadah gerakan pramuka.
Selain Jokowi, hadir juga dalam acara ini Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Hadir pula Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian, dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *