AWAS HINDARI SERANGAN KUTU LAUT

Pekan lalu di hebohkan dengan berita yang beredar tentang serangan kutu laut terhadap seorang pemuda di Melbourne, Australia. Bahkan di kabarkan pemuda tersebut, Sam Kanizay harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat gigitan kutu laut tersebut.

KUTU LAUT
Sam Kanizay dirawat di Rumah Sakit Melbourne . news.com.au (sumber, Tempo,Co)

Mengutip National Geographic, nama kutu laut secara umum digunakan untuk menggambarkan krustasea (kelompok binatang air berkulit keras dan beruas-ruas}. Mahluk ini termasuk parasit kecil yang memakan kulit dan darah atau larva ubur-ubur. Krustasea¬† sering ditemukan menempel pada ikan. Menurut¬† pakar biologi kelautan, Genefor Walker-Smith, menyebut si ‘kutu laut’ ini sebagai amphipoda. Mereka biasanya memakan bangkai ikan, sehingga diduga Sam Kanizay saat itu berada di dekat ikan mangsa mereka.

Bagaimana cara menghindar dari serangan kutu laut?

Pertama, berenang pada di siang hari. Menurut Genefor, sea fleas lebih aktif pada senja dan malam hari untuk menghindari predator.

Kedua, perhatikan tempat kita menginjakkan kaki. Sea fleas ingin memakan ikan mati bukan kaki kita. Apabila kita menginjakkan kaki tepat di atas ikan yang mati, sea fleas akan akan bingung dan akan memakan kaki kita sebagai gantinya.

Ketiga, perhatikan tempat kita berjalan dan berenang, terutama apabila airnya dingin sehingga tidak bisa merasakan kulit kita sendiri.

Keempat, terus bergerak. Sea fleas tidak bisa menempel di bagian tubuh kita jika kita terus bergerak. Jadi, jangan berdiam diri terlalu lama di satu tempat.

Kelima, jangan mengeluarkan darah di air. Darah di air dapat menarik predator atau apapun yang memakan darah sehingga jangan pergi ke air jika mempunyai luka yang terbuka.

Makhluk yang sebelumnya diduga kutu laut ini tidak berbahaya, tidak berbisa, dan tidak rakus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *