Calon Gubernur PDI Perjuangan Pilkada 2018

PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu 2014 lalu telah mengumumkan calon Gubernur Jabar, Jateng, Sumsel, Sumut dan Kalbar pada 7 Januari 2018. Bersama ini kami sampaikan pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada acara penyampain rekomendasi tersebut yakni :

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,

Om Swastyastu,

Namo Buddhaya.

 

Sebelumnya, marilah kita terlebih dahulu bersama-sama memekikkan salam nasional kita.

Merdeka !!! Merdeka !!! Merdeka!!!

 

PENDAHULUAN

  1. Tema khusus pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur hari ini kembali pada hal yang paling mendasar: bahwa saya mencari pemimpin bukan penguasa. Pemimpin yang dihadirkan untuk rakyat. Pemimpin yang benar-benar “mumpuni” yang lahir dari proses demokrasi yang jujur dan berkeadaban.
  2. Pemimpin dan kepemimpinan adalah sebuah proses yang lahir dari kawah chandradimuka kaderisasi bangsa. Mereka yang saya calonkan, lahir dari berbagai spektrum wadah kepemimpinan. Ada yang yang berasal dari kaderisasi kepemimpinan internal partai; dari kalangan profesional, aparatur sipil negara, TNI, dan POLRI, maupun tokoh masyarakat. Kesemuanya telah berproses dalam romantika, dinamika, dan dialektika yang tumbuh dan hidup di tengah rakyat. Pendeknya, mereka yang saya calonkan, harus memahami apa yang dimaksudkan dengan menangis dan tertawa bersama rakyat.
  3. Kepemimpinan harus dilihat dalam perspektif ideologis, dengan memahami sejarah, dan suasana kebathinan serta tujuan bangsanya sendiri. Pemimpin yang memahami jati diri bangsanya akan menjadi pemimpin yang berdedikasi bagi rakyat, bangsa, dan negara.
  4. Mengapa saya cari pemimpin rakyat? Sebab watak politik yang sejati itu “suci” karena ia wajib melayani kepentingan bagi kemanusiaan dan kebangsaannya. Oleh karenanya, politik dan perjuangan politik itu harus berkeadaban. Politik bukan asal menang-menangan apalagi menghalalkan segala cara.
  5. Kemenangan dalam pilkada ini seolah segala-galanya. Demi kemenangan semua cara dilakukan, termasuk politik hitam yang penuh dengan kekejian.
  6. Marilah kita renungkan kembali, apakah seperti ini wajah demokrasi yang kita inginkan? Apakah hati nurani, kesantunan politik, etika dan moral begitu mudah dikorbankan hanya demi ambisi kemenangan itu?
  7. Saya sungguh gelisah melihat apa yang nampak akhir-akhir ini. Politik dilepaskan dari etika, moral, kebudayaan dan keadaban politik.
  8. Untuk itulah pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini diadakan di Lenteng Agung. Disinilah fungsi pendidikan politik dan kaderisasi politik dilakukan. Disinilah kita percaya, bahwa melalui Partai Politik, seharusnya hal-hal ideal tentang cita-cita kemanusiaan; tentang bagaimana membangun bangsa dan negaralah yang seharusnya diperjuangkan.
  9. Selanjutnya, dengan menaruh perhatian yang begitu besar terhadap kaderisasi kepemimpinan dalam Partai Politik, maka saya akan umumkan para calon gubernur dan wakil gubernur.

 

PENGUMUMAN PASANGAN CALON

 

PROVINSI SUMATERA UTARA

Provinsi Sumatera Utara selama 3 (tiga) periode berturut-turut ada saja persoalan hukum yang menimpa kepala daerahnya, bahkan kepala daerah berakhir di penjara. Mengapa sistem pendidikan belum mampu menghasilkan pemimpin yang berkarakter dan jujur?

Saya menangkap kegelisahan masyarakat Sumatera Utara yang begitu terbuka, karenanya mereka menjadi perantau di seluruh pelosok nusantara, bahkan dunia.

Karena itulah Sumatera Utara masyarakatnya dikenal egaliter dan berpikiran terbuka. Mereka selalu berpikir untuk Indonesia Raya, bukan dalam egoisme daerahnya. Masyarakat Sumatera Utara merindukan dan mendambakan pemimpin yang jujur dan berpengalaman.

Figur Djarot Saiful Hidayat sebagai Calon Gubernur Provinsi Sumatera Utara yang telah saya tetapkan pada tanggal 4 Januari 2018 yang lalu telah banyak mengenyam asam garam sebagai seorang pemimpin kepala daerah yang dimulainya sebagai Walikota Kota Blitar selama dua periode dengan prestasinya saat itu, berhasil menyulap Kota Blitar dari kota termiskin menjadi kota terkaya nomor dua di Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya dia saya  tugaskan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga habis masa periode kepemimpinnya sebagai PLT Gubernur DKI Jakarta dengan sikapnya yang begitu sabar untuk kerja dan melayani  rakyat dengan tercermin dari konsep hidupnya dalam istilah jawa “mati sajroning urip” yakni mematikan nafsu, amarah, dendam, dan benci.

Sebagai bentuk pengejawantahan rakyat Sumatera Utara saya mencalonkan Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane atau yang biasa dipanggil Sihar Sitorus sebagai Calon Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara.

Sihar ini adalah putra pengusaha nasional Alm. DL Sitorus. Ia lulus sebagai Doctor of Business Adminitration dari Manchester Business School United Kingdom. Pada Pemilu 2014 yang lalu Sihar ini saya percayakan menjadi salah satu Juru Kampanye Nasional dari 120 tokoh-tokoh PDI Perjuangan, dan bahkan pada Pilpres 2014 juga masuk sebagai Tim Ahli Ekonomi Jokowi-JK.

Salah satu hoby utamanya adalah sepak bola, sampai menjadi pengurus PSMS Medan dan mendirikan beberapa klub sepak bola di Sumatera Utara.

 

PROVINSI SUMATERA SELATAN

Provinsi Sumatera Selatan pada saat didirikan pada tahun 1950 merupakan provinsi yang sangat besar mencakup Jambi, Bengkulu, Lampung & Kep. Bangka Belitung yang keseluruhan wilayahnya dipengaruhi oleh budaya Melayu yang ditunjukan dengan kebesaran dari kerajaan Sriwijaya.

Selama 10 tahun ini saya melihat pembangunan infrastruktur di provinsi ini cukup pesat sehingga provinsi ini pernah menjadi tuan rumah penyelenggaran SEA-GAMES pada tahun 2011 dan juga nantinya sebagai tempat penyelenggaraan Asian Games 2018

Pasangan calon Kepala Daerah Provinsi Sumatera Selatan saya menetapkan:

  1. Calon Gubernur adalah:  Dodi Reza Alex Noerdin (saat ini sebagai Bupati Musi Banyuasin)
  2. Dan Calon Wakil Gubernur adalah H.M. Giri Ramandha Kiemas (yang saat ini sebagai Ketua DPRD Provinsi Sumsel dan juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumsel)

Kedua pasangan calon ini masih muda-muda, Dodi ini sekarang umur 47 tahun dan Giri umur 37 tahun. Dodi ini putra dari Alex Noerdin Gubernur Sumatera Selatan saat ini yang dalam pendidikannya pernah mendapat predikat magna cumlaude pada saat meraih gelar sarjana ekonomi di Universitas Leuven-Belgia, dan dia juga pernah berpartisipasi dalam Forum 100 kepemimpinan Asia di Filipina pada tahun 2008.

Dodi juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI periode 2014-2019 dan jabatan terakhirnya sebagai Bupati Banyuasin pada Pilkada 2017 yang lalu.

Giri terlibat dalam kepartaian sejak masuk menjadi pengurus Banteng Muda Indonesia yang merupakan salah satu Badan PDI Perjuangan hingga karir politik di partainya menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan selama 2 (dua) periode, dan saat ini juga memimpin sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan.

 

PROVINSI JAWA BARAT

Provinsi Jawa Barat dalam peta sejarah Indonesia sangat banyak berperan penting dalam proses pergerakan nasional kemerdakaan, pun Bung Karno menemukan ruh Marhenisme ini di tanah pasundan.

Dalam situsi politik saat ini yang membawa isu-isu agama dan radikalisme yang berkembang di tengah masyarakat Jawa Barat sungguh memprihatinkan yang semata-mata digunakan untuk mengejar kekuasaan.

Jawa Barat adalah tempat dimana keindahan tanah air Indonesia terpatrikan dengan baik. Daerah ini alam rayanya begitu indah. Kebudayaannya sangat otentik dan penuh cita rasa.

Di Jawa Barat inilah saya melihat persoalan yang sangat serius terkait Tata Ruang. Banyak lahan subur, yang berubah cepat menjadi kawasan industri. Sungai-sungai yang memanjang dan begitu penting sebagai jalur peradaban, terkena pencemaran berat. Maka saya pilih tokoh yang tegas dalam prinsip. Sosok yang mampu mengorganisir rakyat. Mereka memiliki misi utama menjadikan Jawa Barat sebagai pembumian POLITIK HIJAU. Mereka harus menempatkan PENDIDIKAN untuk semua sebagai perhatian terpenting kebijakan politiknya. Mereka saya tugaskan menyelamatkan SUNGAI CITARUM, dan CILIWUNG dan berbagai aliran sungai sebagai Penyangga Kehidupan.

Mereka adalah Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin dan Irjen Pol. Anton Charliyan. Kang TB Hasanuddin ini asli MAJALENGKA. Dia fasih berbahasa Perancis, jadi sangat cocoklah untuk Jawa Barat, sebab Bandung itu dikenal sebagai France de Java. Kang TB Hasanudin ini pimpinan Komisi I DPR RI, dia lama menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden saya. Dengan background militernya dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal, Kang TB ini sangat mengidolakan Letjen Ibrahim Adjie yang egaliter dan merakyat sebagai pengawal setia Bung Karno, sehingga TB Hasanudin dalam pergulatan batin dan pikirannya selalu berbicara Jawa Barat untuk Indonesia raya.

Irjen Pol. Anton Charliyan saat menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat aktif berkeliling ke pondok-pondok pesantren di Jawa Barat silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama. Hal ini untuk mewujudkan Islam  sebagai rahmatan lil alamin.

Menurut Anton Charliyan, masyarakat Jawa Barat harus tetap berpegang teguh pada ajaran Islam yang sebenar-benarnya dan menjadikan Islam sebagai spirit untuk perdamaian dunia sebagaimana terjadi ketika bangsa Indonesia mengadakan Konfereensi Asia Afrika Di Bandung pada tahun 1955. Banyak yang tidak tahu, bahwa dari sosok polisi inlah kejahatan terhadap tokoh buruh Marsinah, berhasil diungkap. Anton juga memiliki pendidikan yang luas pernah di New Mexico-USA, Perancis dan Malaysia, serta kemampuan komunikasinya yang baik membawa dia menjabat sebagai Kadiv Humas Polri, Kapolda Sulawesi Selatan dan Kapolda Jawa Barat.

 

PROVINSI JAWA TENGAH

Provinsi Jawa Tengah sebagai lumbung suara dan basis utama PDI Perjuangan bersama dengan Bali. Dalam dinamika politik nasional, banyak yang mengincar Jawa tengah. Ibarat “Gadis nan elok rupawan”, Jawa tengah menjadi misi politik yang begitu strategis. Terlebih Pak Jokowi juga berasal dari Jawa tengah. Karena itulah, di Provinsi ini saya juga harus berstrategi. Saya mencari momentum yang betul-betul tepat, karena PDI Perjuangan dipercaya rakyat bisa mencalonkan sendiri. Tetapi rakyat sudah tahu, siapa gubernurnya, siapa wakil gubernurnya dan bagaimana PDI Perjuangan yang terus menggelorakan elan juang untuk kemaslahatan bangsa.

Atas dasar hal itulah, maka guna memastikan kesinambungan pembangunan Jawa Tengah, saya selalu memberi kesempatan bagi kader-kader PDI Perjuangan untuk menjabat 2 (dua) kali. Dia adalah Ganjar Pranowo.

Sosoknya tinggi kurus, dan dia konsisten, tidak pernah berubah. Gaya politiknya apa adanya. Sosok yang egaliter dan lugas, serta hatinya baik. Rambutnya jauh lebih progresif dari umurnya, sehingga putih warnanya.

Ganjar Pranowo pernah menjadi Anggota DPR RI selama 2 (dua) periode tahun 2004 dan 2009, dan pada tahun 2013 saya tugaskan maju pada Pilgub Jawa Tengah Alhamdulilah menang melawan incumbent yang pada saat itu padahal elektabilitas Ganjar jauh dari incumbent. Hal tersebut tercapai karena mesin partai berjalan dan solid.

Dengan tagline kampanyenya saat itu yakni “mboten korupsi mboten ngapusi”, dalam kepemimpinannya Ganjar berhasil melahirkan kebijakan yang pro wong cilik seperti program kredit khusus ditujukan pada pelaku UMKM tanpa agunan dan biaya administrasi, Kartu Tani untuk  kesejahteraan para petani dan di bidang pertanian, dan tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan dari KPK sebagai pemerintah daerah dengan tingkat kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk mewujudkan birokrasi yang bersih.

Sedangkan sebagai calon wakil gubernurnya, ini yang khusus. Kami berkomunikasi dengan KH Said Aqil Siradj, dengan KH. Maimoen Zubair, atau Mbah Maimoen, serta para Kyai. Saya juga berkomunikasi dengan Ketua Umum PKB, Cak Imin, dan Ketua Umum PPP Gus Romi.

Mengapa? Ketika awal reformasi, bahkan jauh sebelumnya, sejak 1985-an, saya telah akrab dengan Gus Dur. Kami memiliki pandangan yang sama tentang bangsa dan negara. Antara Bung Karno dan NU, demikian pula dengan Muhammadiyah, telah terjalin persahabatan yang akrab. Bung Karno sebagai pemimpin besar bangsa ini mendapat gelar dari NU sebagai “Waliul Amri Adharori Bisyaukah” yaitu Pemimpin Bangsa Indonesia Yang Wajib Dipatuhi perintah-perintahnya. Dengan demikian untuk wakilnya Ganjar ini adalah sosok santri pinilih. Sosok santri yang mampu mengemban amanat rakyat, dan para sesepuh NU. Untuk itulah, sebagai rasa hormat saya kepada para tokoh NU tersebut, maka pengumuman calon gubernur Jawa tengah, saya serahkan kepada para sesepuh yang menjadi tuntunan masyarakat Jawa Tengah tersebut.

Saudara-saudara,

Tahun ini kita akan memperingati 20 tahun reformasi. Kebersamaan saya dengan Gus Dur, serta kesatu paduan antara nasionalisme kebangsaan dengan Islam tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebab Indonesia yang berkeadaban lahir sebagai sintesa sempurna begitu banyak warna keanekaragaman di negeri ini.

Saya meyakini, bahwa Indonesia dengan Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa, benar-benar terpatri kuat dan tidak akan pernah tergoyahkan. Pancasila benar-benar hidup dan digali dari sanubarinya bangsa. Karena itulah dari Jawa Tengah meretas semangat gotong royong  untuk Indonesia Raya.

 

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi lahan luas dan subur untuk meningkatkan ketahanan pangan untuk pemenuhan konsumsi lokal dan nasional. Kalimantan Barat memiliki komoditas unggulan buah-buahan yang berlimpah dan telah dikembangkan sebagai komoditas utama, seperti avokad, belimbing, duku/langsat, durian, jambu biji, jeruk, manggis, nangka/cempedak dan masih banyak jenis buah-buahan lainnya.

Pasangan calon Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Barat saya menetapkan :

  1. Calon Gubernur adalah:  dr. Karolin Margret Natasa (Bupati Kab. Landak)
  2. Dan sebagai calon wakil gubernur adalah Suryadman Gidot (mantan Bupati Kab. Bengkayang dua periode)

Karolin, saat ini saya tugaskan sebagai Bupati Kabupaten Landak yang dalam pilkada tahun lalu berhasil meraup suara mencapai 96,62 persen, pun pada Pileg 2009 dan 2014 sebagai Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat berhasil memperoleh suara tertinggi se-Indonesia.

Prestasi Karolin sebagai Bupati ditunjukkan dengan mereformasi birokrasi jajaran aparatur pemerintahannya di dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif dan terukur, sehingga Lembaga Administrasi Negara menetapkan sebagai Bupati terbiak se-Kalimantan tahun 2017 yang mengungguli 46 kandidat bupati se-Pulau Kalimantan.

Suryadman Gidot karir politiknya berangkat sebagai Anggota DPRD Kab. Bengkayang pada tahun 1999, berlanjut sebagai Wakil Bupati Bengkayang pada tahun 2005, dan terakhir dua periode sebagai Bupati Bengkayang.

 

PENUTUP

  1. Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat telah saya tetapkan bersama-sama.
  2. Saya meminta agar mereka saling bekerja sama, membangun wilayahnya dengan tata wilayah yang ramah lingkungan; menerapkan politik tata ruang melalui pendekatan yang menyeluruh untuk keberlangsungan masa depan. Jadilah Pemimpin Rakyat yang mencintai dan dicintai rakyat.
  3. Kepada seluruh anggota dan kader Partai saya instruksikan untuk menjalankan instruksi ini dengan sebaik-baiknya.
  4. Menangkanlah para calon tersebut dengan cara gotong royong. Bekerjalah dengan penuh keyakinan politik, tanpa mengenal lelah, dan dengan elan perjuangan yang berkobar-kobar.

 

Terimakasih

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Om Santi Santi Santi Om

Namo Buddhaya

Merdeka !!!

 

 

Ketua Umum PDI Perjuangan

Megawati Soekarnoputri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *