Ayo Berkunjung Ke Benteng Speelwijk

Salah satu destinasi wisata yang tidak jauh dari ibu kota Jakarta adalah Banten. Tidak ada salahnya jika kita mengunjungi daerah Banten yang telah menjadi provinsi tersendiri tahun 2000. Banten tempo dulu merupakan merupakan daerah maritim yang sangat kuat. Salah satu bukti sebagai daerah maritim yang strategis adalah adanya bangunan  Benteng Speelwijk. Lokasinya tepat di seberang Vihara Avalokitesvara yakni berada di salah satu sudut Desa Pamarican, Kabupaten Serang atau sekitar sejauh  1 km dari Keraton Surosowan.

Benteng Speelwijk
Benteng Speelwijk bukti kejayaan Kesultanan Banten

Benteng Speelwijk ini dibangun pada masa Kesultanan Banten, fungsi benteng Speelwijk adalah untuk menahan serangan dari laut, letaknya berada persis di sisi utara Kesultanan. Bangunan benteng tersebut merupakan saksi bisu kejamnya penjajah Belanda,  Benteng Speelwijk , reruntuhan Keraton Surosowan dan Keraton Kaibon  dihancurkan rata oleh pasukan bayaran Daendels.

Pada masa kejayaan kesultanan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa dibangunlah beteng Speelwijk ini yang diarsiteki  oleh keturunan Tionghoa yang kelak bergelar Pangeran Cakradana.  Saat tahta kesultanan di pegang oleh  Abunasar Abdul Qahharyang dikenal dengan sebutan Sultan Haji (1672 – 1687) benteng Speelwijk di renovasi. Abdul Qahhar kemudian memerintahkan Hendrik Lucaszoon Cardel bergelar Pangeran Wiraguna, untuk memugar berbagai bangunan termasuk benteng yang kemudian diberi nama Speelwijk tersebut.  Nama Speelwijk merupakan  Gubernur Jenderal VOC Cornelis Janzoon Speelman (1681-1684).

Benteng SpeelwijkBenteng Speelwijk memiliki tinggi dinding 5 meter dengan pintu masuk  kecil dan sempit di setiap sisinya, dibuat dengan perkiraan pasukan dalam jumlah besar akan sulit menyerang masuk ke dalam benteng. Bagian pintu masuk  berbentuk lengkung setengah lingkaran dan sudah tidak ada lagi pintunya. Lebar dinding 1 meter dan di beberapa bagian ada yang lebih tebal 2 meter. Jika diperhatikan secara cermat, bangunan ini dibuat dengan campuran batu, pasir, kapur dan beberapa batu karang.

Bangunan Benteng Speelwijk sempat diperluas tahun 1731.Sebagian tembok yang masih utuh merupakan bastion atau ruang pengintai yang terletak di atas tembok sebelah utara. Menara pengintai  saat itu digunakan untuk memantau kapal musuh yang sedang mendekati dari arah Laut Jawa. Dinding menara lebih tebal daripada dinding-dinding yang lainnya. Dulunya benteng ini dikelilingi parit selebar 10 meter yang fungsinya untuk mempersulit gerak musuh. Sekarang hanya tersisa sebagian dan menyempit.

Saksikan video yang dibuat Indonesiakaya.com sebagai berikut :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *